Badan yang lelah terus berdiri, lemah ketika pijakkan kaki pada air mata..
Badan yang lemah terus sendiri, lelah katika ejekan caci dan maki oleh Cinta..
Pijakkan kaki pada air mata, takkan terhapus oleh rasa belenggu yang tak terhenti..
Ejeken, caci dan maki pada Cinta, takkan terhapus oleh rasa Rindu yang kian mati..
Meski berlian terlihat berwarna-warni, Namun pijakkan kaki pada air mata
Meski dalam keadaan diam jiwa ini, Namun ejekan, caci dan maki tetap tertuju pada Cinta..
Biarkanlah pijakan kaki pada air mata, karna berdiri lepas tak ditemani…
“Kasih maafkan diri ini yang bersalah kepadaMu”















Palembang Time
0 komentar:
Posting Komentar